jabatan fungsional pustakawan

apa sih yang diharapkan menjadi pejabat fungsional pustakawan? banggakah Anda dengan profesi ini? seberapa berpengaruhkah profesi ini terhadap kehidupan masyarakat? atau bagi Anda sendiri? pertanyaan itu adalah ketakutan ketika kita akan memasukinya.

rasa percaya diri terhadap profesi perlu dimiliki. ini menjadi tantangan utama pustakawan untuk menjawabnya. beranikah? paling-paling dia hanya akan berkata, saya adalah seorang karyawan di kantor x. padahal jelas-jelas yang bersangkutan mendapat tugas dan wewenang penuh untuk pengembangan perpustakaan. ada apa ini?

apa karena tunjangaanya kecil. kerja di tempat berdebu dan monoton. ga bisa “menghasilkan” materi. kayak kucing garong dalam karung yang ga bisa kemana-mana.

intinya, profesi ini tidak akan dapat berkembang, jika yang bersangkutan tidak mau mengembangkan dan serius. tidak hanya yang bersangkutan! tapi kepada semua yang mengaku bersangkutan.

About these ads

  1. UMAR

    emang sich jabatan fungsional pustakawan kelihatannya kurang terhormat dibanding jabatan struktural lainnya, namun kalau mau melihat esensinya secara mendalam mereka lebih terhormat dari jabatan struktural. jabatan pustakawan sama mulianya dengan jabatan guru. kenyataannya orang2 pemerintah lebih menghormati kaum struktural karena kalau dekat2 dengan mereka maka jatah pendapatan akan semakin bertambah. karena semua kegiatan mereka yang atur mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada pengawasannya. sedangkan kaum fungsional mana ada yang ikut atur itu semua.

  2. ilater

    Aku baru mau diusulkan untuk menjadi jabfung pustakawan. Rasanya panas dingin , karena meski punya basic ilmu perpustakaan, aku ga siap memasuki kotak yang namanya fungsional. Meski menyakitkan aku harus jujur bahwa ditengah gemerlap gengsi struktural, aku merasa dipinggirkan dengan jabatan ini. Apakah aku salah ? aku bisa mengerjakan ilmu lain yang bagi struktural biasa dipandang sulit, so, aku ga siap orang lain memandang rendah padaku, karna ga satu dua kali orang melakukan itu. Rasanya sungguh menyakitkan dan melecehkan harga diri intelektualku. Bagaimana bisa berdamai dengan hal ini…?

  3. Wartini

    Seseorang sah-sah saja menganggap rendah seorang pustakawan, termasuk seorang pajabat eselon dua instansi di mana saya bekerja, yang dengan bangganya mengaku “Saya dosen ilmu perpustakaan” mengatakan “S1 perpustakaan adalah sarjana menata buku , bukan subject specialist”, namun saya tetap bangga menyandang jabatan fungsional pustakawan, karena kita bekerja bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi perlu diingat kebutuhan dunia abadi. Memang pustakawan saat ini masih harus menerima kenyataan karena semua hak dan kewajibannya masih diatur, dikuasai pejabat struktural, namun di perpustakaan banyak kegiatan untuk membantu orang lain, apalagi kalau hasil kerja kita dapat digunakan sepanjang orang masih memerlukan informasi, wah………….tabungan kita akan mengalir terus meskipun jazat kita sudah habis menyatu dengan tanah. Kalau kita bisa berbudi luhur, kita doakan mereka cepat-cepat sadar dan bertobat, tidak merampok hak orang lain lagi. Amien.

  4. maya

    Boro-boro mo jadi pejabat fungsional pustakawan!!!!!! udah dipandang sebelah mata, pengurusan menjadi pejabat fungsional sangat sulit.Katanya harus ikut diklat perpustakaan dulu walaupun sudah mengantongi ijazah D3 perpustakaan. lagi pula orang pasti akan mengelak jika ditempatkan di perpustakaan yang notabene katanya merupakan “lahan kering”




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: