ide gila tentang pengembangan perpustakaan

damai di sini

sudah biasa kan kalo perpustakaan melulu diset kayak begini? kira-kira kalo ditanya tentang ide-ide gila tentang perpustakaan, apa yang ada di benak Anda untuk mewujudkannya?

wuih…perpustakaan yang keren tuh yang berada di pinggir kali om. jadi kita bisa melihat arus air yang mengalir, ikan, bahkan orang memancing. ah kalo menurut aku, perpustakaan yang keren tuh yang berada di lantai teratas gedung pencakar langit. jadi kita serasa melayang di udara dengan pemandangan luas sekitar kota. kalo menurut aku sih, perpustakaan yang ok tuh yang di mall. kita bisa lihat lalu lalang orang mondar-mandir, sehingga banyak menimbulkan ide-ide yang segar dan tentunya membaca jadi semakin asik.

setiap orang tentu punya ide-ide gila sendiri. selera tentang pengembangan perpsutakaan yang keren dan ok tentu butuh pemikiran matang untuk menjadikannya sebagai tempat pembelajaran yang membetahkan.

sambil terus memikirkan konsep tentang perpustakaan yang ok itu yang bagaimana, di sini, saya terus merenung dan merenung. kira-kira bagaimana ya? apakah sudah cukup dengan gambar yang di atas itu?


  1. lizza irzawan

    RE : Hari baik telah tiba…

    Dear pustakawan,

    Salam kenal… sungguh suatu keberuntungan dan anugerah yang saya terima, dapat menemukan weblog anda… seperti menemukan kawan lama untuk bicara tentang sebagian mimpi-mimpi masa lalu dan masa depan saya di bidang pustaka…
    Perkenalkan mas, saya salah seorang pengamat dan pecinta perpustakaan di indonesia… yang saat ini berprofesi sebagai pengusaha di jawa barat, seorang pemerhati dan pecinta perpustakaan, juga seorang istri dan ibu 1 anak dengan profesi sebagai ex-lawyer dan ex-legal manager di sebuah lawfirm asing di jakarta, & saat ini berdomisili di jawa barat dan mengelola usaha keluarga bidang perkayuan sambil bekerja di sebuah perusahaan di bidang transportasi

    Membaca ulasan anda, rasa-rasanya telah membuka lagi impian lama saya selama 10 tahun ini yang sangat mencintai dunia pustaka ini… untuk share info dan ide tentang bagaimana membuat suatu perpustakaan menjadi suatu “profitable department” instead of a non profit department seperti yang selama ini tertanam dalam wacana pemikiran manusia pada umumnya…

    Saya punya ide dan sering termimpi-mimpi.. memiliki suatu perpustakaan yang dapat menjadi suatu research center yang sekaligus pusat ilmu pengetahuan bagi sekelilingnya, sekaligus berdaya jual tinggi, bersifat canggih dan serba digital, memiliki konsep ruang yang lebih mirip lobby hotel berbintang yang memiliki akses seperti sebuah internet cafe, dengan suasana terang, tenang, hangat, dan cozzy… membaca buku or browsing artikel or buku sambil ditemani secangkir cappucino dan sepotong blackforest….. disebuah sofa empuk yg nyaman dalam ruang AC yang sejuk, disebelah aquarium laut yang memiliki bermacam jenis ikan yang berenang tenang didalamnya dan alunan musik lembut… sungguh surga buat saya..hehehe.. sungguh suatu khayalan yang teramat tinggi dan absurd ya ? tapi tak apa, saya percaya sedikit demi sedikit, akan semakin bertambah orang yang juga memilik khayalan yang sejenis dengan saya tsb yang pada akhirnya akan datang orang atau seseorang yang akan mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan… ya ndak?

    Saya membaca juga ulasan anda tentang DIGILAB course yang telah terselenggara beberapa saat lalu… sungguh sangat disayangkan saya tidak memiliki akses info selama ini untuk dapat memperoleh informasi tentang penyelenggaraan DIGILAB COurses tsb. Pertanyaan saya adalah, apakah suatu saat dimungkinkan untuk diselenggarakan lagi kursus dengan konsep yang sama tsb, dan bisa diikuti, tidak hanya oleh praktisi yang bergerak dibidang perpustakaan saja, tapi juga oleh pengamat dan pecinta pustaka seperti kami ini.. karena saya yakin.. pasti di luar sana ada juga orang-orang dengan isi kepala dan minat yang serupa dengan minat saya terhadap dunia pustaka ini…

    Bagaimana ? bisakah digilab ini diselenggarakan lagi, dengan peserta yang lebih terbuka? mohon info ya pak/mas….?? Apalagi kalau konsep digilab or yang sejenisnya ini lebih diarahkan untuk menumbuhkan minat orang berbisnis perpustakaan yang lebih oke.. ya ndak? Saya percaya bidang ini sangat profitable dan ini tentu menarik bagi kalangan usahawan seperti kami… asalkan kami lebih dipandu dan diarahkan dengan informasi dan support ide dari praktisi bidang ini… setuju??

    Oke, mungkin begitu dulu salam perkenalan dari saya.. dan semoga sama-sama kita bisa menularkan khayalan ini pada orang lain disekitar kita, sehingga nantinya akan dapat tercipta suatu komunitas pecinta perustakaan yang dapat mewujudkan impian tersebut…

    Salam,
    lizz irzawan – bogor
    lizz.irzawan@gmail.com

  2. feron

    aku senang baca buku, tapi pening mau ngurus perpust sekolah. pye……

  3. blas

    ide2 hayalandi benak seukuran tempurung kopra yang tak dapat dibendung yang langsung ingin ditumpahkan diwadah yang tak seberapa membuat beban anggaran , dapat kah ditunda sehela dengus kuda….?
    terpaksa keong berlari tingalkan rumahnya….

  4. heeery

    ok banget bos perpusnya…………

  5. bisa dibayangkan bagaimana setiap hari seorang pustakawan menghantar buku dengan boat ? menyusuri sungai disepanjang bayung lencir, mempersatukan suku dengan buku, demikian kira kira yang ada dalam benak pustakawan tersebut.
    ingin tahu lebih seru, silahkan mampir ke http://www.pustakaindonesia.org

  6. Syarif

    keren banget ide anda semoga ada org super kaya yg mau mewujudkannya, walaupun kita tahu syarat utama mengelola perpustakaan adlh kesabaran tingkat tinggi, tapi di mana ada kemauan pasti ada jalan, kata pepatah, selanjutnya terserah kita, iya kan /

  7. hari ini lebih baik untuk hari esok.salam pustakawan

    tabah hidup demi kepentingan bansa dan negara…………….trimks

  8. kalau ide saya mengenai perpustakaan ialah,berada di tempat staregis, ditunjang oleh petugas yang sudah tahu mengenai seluk beluk perpustakaan…tempatnya asri rindang tenang dan nyaman apalagi kalau ada kolam di sekitarnya dan suara gemericik air yang mengalir dengan jernih,sehingga orang yang datang ke perpustakaan tersebut merasakan betah dan rela menghabiskan waktu lama di perpustakaan…

  9. mita

    salam kenal mas…
    aq mahasiswa,ilmu perpustakaan di Universitas Negeri Padang. aku tertarik membaca ulasan diatas, sebagai mahasiswa perpustakaan, aku mencintai dunia perpustakaan..
    aku punya ide gila juga mas tentang perpustakaan… mungkin memang gila, bahkan bisa jadi hal yang sulit untuk diciptakan🙂
    aku ingin menciptakaan perpustakaan didalaam laut, heee
    mas kebayangkan suasana di laut..
    perpustakaan dengan aquarium yang besaar,, pasti sulit ya mas..😦

    • chimoet

      “perpustakaan dengan aquarium yang besaar,, pasti sulit ya mas?” kayaknya ga juga deh mbak. usul aja ke pak presiden untuk mbangunin perpustakaan di seaworld. pasti asik n unik.

  10. Reni Siti Zachrani

    Salam kenal.. membaca ide gila tentang pengembangan perpustakaan saya jadi ingin ikutan comment..

    Saya pun punya ide atau angan-angan atau obsesi perpustakaan ada di dalam mall (disebut juga diulasan diatas). Seperti kita ketahui salah satu fungsi perpustakaan adalah sebagai pendidikan dan rekreasi, maka sangatlah wajar apabila berada di dalam mal yang bukan saja tempat belanja tetapi tempat nongkrong terutama anak2 muda mulai dari tingkat SD sampai mahasiswa. Malahan tiap hari libur mal sering menjadi tujuan wisata keluarga.

    Melihat kecenderungan ini terutama kecenderungan anak-anak sekolah nongkrong di mal, kebanyakan dari mereka hanya nongkrong2 kurang jelas, hanya sekedar ngumpul, ngobrol, bercanda bareng teman2. Yang mereka lakukan tidak salah, seumur mereka emang masa-masa “friend oriented” sebagai ajang sosial (walaupun beberapa mal menerapkan larangan bagi pelajar masuk mall pada jam sekolah), namun ujung-ujungnya dari kecenderungan ini adalah pola hidup konsumtif (memprihatinkan!). Atas dasar ini mengapa tidak dibuat sarana untuk mengakomodir kebutuhan mereka untuk berkumpul yaitu perpustakaan.

    Tentu saja suasana perpustakaannya harus dibuat semenarik mungkin, dengan koleksi yang ringan seperti komik, novel, majalah yang disukai mereka. Tempat baca pun dibuat senyaman mungkin dengan kursi sofa dan hamparan karpet sehingga mereka bisa duduk dibawah dengan santai, maka terpenuhi fungsi rekreasi. Selain koleksi yang ringan berikutnya bisa ditambahkan koleksi yang mungkin mereka butuhkan untuk mengerjakan tugas2 sekolah/kampusnya, disini sebagai fungsi pendidikan.

    Hal ini mungkin bisa sebagai ajang menimbulkan minat baca pada masyarakat. Kedepannya bukan saja hanya para pelajar dan mahasiswa yang akan datang tetapi mungkin saja orang dewasa. Tidak sedikit juga orang dewasa yang datang ke mal untuk janjian, sambil menunggu temannya bisa saja menunggu di perpustakaan.

    Ketika fenomena ini bisa terjadi, bukan tidak mungkin mengubah budaya bangsa yang saat ini kebih suka ngobrol ketimbang membaca, dan pada gilirannya bisa membuat bangsa kita menjadi lebih pintar.

    Yang menjadi pertanyaan, siapa yang akan peduli membangun perpustakaan dimal?? Pada semua mal, tempat sekecil apapun dimanfaatkan untuk profit oriented. Sedangkan perpustakaan?

    Tetapi kita bisa pertanyakan juga pada pengelola/pemilik mall? Mana kewajiban CSR (Corporate Social Responsibility) mereka?

    Mall terbesar di Bogor adalah Botani Square dan Eka Lokasari Plaza, setahu saya dulu adalah aset IPB yang mrupakan salah satu lembaga pendidikan terbesar di Indonesia. Kedua Mall tersebut saat ini menjadi tujuan utama tempat nongkrong anak-anak muda bahkan keluarga. Pertanyaannya mungkin kah ada perpustakaan di mal itu?

    • chimoet

      perpustakaan di mall? sangat mungkin bu. bahkan sebentar lagi di salah satu airport terbaik di dunia, shcipol, amsterdam juga akan dibangunin perpustakaan permanen.
      nah, sebenernya jika kita menilik di cengkareng saja sebenernya juga sudah representatif tuh jika mengikuti di schipol sana. cuman seperti pesimistis anda juga, apakah pengelola bandara juga support ke fasilitas public yang bernama perpustakaan itu? jika pola pikir pengelola tempat bisnis di Indonesia masih saja mementingkan profit, ya seumur-umur kaga akan pernah ada perpustakaan di tempat umum.
      ini adalah PR bersama, jika bangsa ini mau berubah maka selayaknya juga merubah pola pikirnya. jangan melulu ngurusin profit. bukankah membaca adalah investasi yang berharga? itu saja. terimakasih

      • Chimoet.. terimakasih komentarnya.. walupun udah lama saya baru baca.. sampai sat ini saya masih terobsesi.. tapi belum ada langkah kongkrit sampai saat ini.. mudah2an kelak saya bisa.. Amiin

  11. meeyra

    sangat cantik

  12. nora frianti sitanggang

    is beautiful




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: