kafe perpustakaan

apakah pantas waktu ditunggu? tapi bagi sebagian orang mungkin saja. dengan sedikit santai menikmati secangkir kopi dan snack. aduhai uenaaak tenaaaan…apalagi saat gerimis dengan secuil pisang goreng hangat. wuiiiiihhhh…asooooooooi…

perpustakaan. apakah dia dapat menangkap peluang itu? saya melihat perpustakaan departemen pendidikan nasional yang sekarang lebih dikenal dengan lib@senayan sudah mulai menangkap hal itu. di sisi sebuah ruang, ada sebuah kantin – tepatnya cafe – untuk pengunjung yang mungkin sedang menunggu waktu. menanti pacar browsing buku lah, menunggu klien lah, atau hanya sekadar janjian dengan dosen atau pembimbing mereka.

tetapi sekali lagi kultur yang kaku menjadikan perpustakaaan dengan konsep kafe atau kantin masih takut diimplementasikan. apa yang melatar belakanginya? ya kali aja takut kotor lah, takut kafenya malah menjadi ramai dari perpustakaannya lah, atau kali aja nilai kemanfaatan perpustakaan malah tergeser gara-gara ada kafe di dalamnya.

apakah demikian? saya berpendapat kok malah kafe malah bisa daya tarik sendiri ya. karena dia adalah pemanis dan bukan tujuan utama dari pengunjungnya. sebagai pemanis dia hanya memerankan pendukung saja. tapi dukungannya biasanya malah bisa membuatnya semakin digilai pengunjungnya. benerkah demikian? mari kita tunggu berdirinya kafe perpustakaan atau sebaliknya, perpustakaan dengan konsep kafenya.


  1. pipit

    yup betul…
    bila perlu setiap perpus ada kafenya…
    klo laper, bisalah…




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: