perpustakaan khusus untuk semua

bagaimana jika perpustakaan khusus dibuka untuk umum? bagaimana kita harus menyikapinya sebagai seorang pengelolanya? bisakah? mampukah? layak-kah?

pada dasarnya semua jenis perpustakaan adalah terbuka untuk umum. apakah itu perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus/ instansi, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan umum. cuman kita sendiri yang salah mengapresiasikannya dengan nama-nama tersebut.

toh kalo users nya ga boleh meminjam, mereka kan masih tetep aja bisa membaca dan mencari informasi di semua jenis perpustakaan itu. nah…jadi sebenernya apa yang mendasari ada pengkaplingan jenis-jenis perpustakaan tersebut? masihkah perlu pembedaan jenis perpustakaan?

kalo kemanfaatan semua jenis perpustakaan bisa terbuka untuk umum alangkah bahagianya ya masyarakat. tetapi masyarakat sendiri aja yang ga mau paham. mereka udah takut duluan dengan nama sebuah perpustakaan itu. padahal pada hakekatnya kemanfaatan perpustakaan adalah untuk mereka juga. tanpa masyarakat, apalah arti penting perpustakaan. tanpa mereka pula perpustakaan tak akan mungkin ada dan berjalan.

jadi, kalo perpustakaan khusus masih saja menentukan siapa saja pemakainya dengan pembatasan waktu layanan sebatas waktu kerja, tunggu saja kebangkrutannya. bangkrut karena tidak ada lagi yang mengenalnya. bangkrut karena masyarakat tidak lagi mau memanfaatkannya. dan lebih parah lagi bangkrut karena pengelolanya tidak mau beramai-ramai dan mendukung untuk melayankan untuk semua. ya! semua lapisan masyarakat.


  1. khaidir alimin

    Perpustakaan khusus itu didirikan untuk kepentingan lembaga induk. Jadi tidak selalu bisa digunakan untuk umum. Bergantung kepada kebijakan lembaga induk. Bank-bank pada umumnya tidak memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk menggunakan perpustakaan khusus mereka untuk digunakan sebagai perpustakaan umum. Karena itulah salah satu beda perpustrakaan umum dengan perpustakaan khusus

  2. lho kalo ngomong “pada dasarnya”, perpusatakaan itu pranata pengelola informasi. nanti kalo perpustakaan untuk semua lapisan masyarakat bakal ada kejadian anak SD cekikikan melototin toket yang ada di buku anatomy untuk fakultas kedokteran yang di sumbangkan ke perpus SD itu.

    belum lagi perpustakaan perguruan tinggi yang “diomeli” pengguna karena koleksi mengenai buku cerita anak-anak yang gak lengkap. atau eksetra-eksetra lainnya.

    yang paling parah kalo semua perpustakaan adalah perpustakaan umum, definisi perpustakaan sebagai pranata pengelola informasi jadi rancu karena memang tidak dibangun sistem pengelolaannya. semua bisa dikoleksi semua bisa dipinjam “oleh semua”. jadi toko buku donk!!

    dan kira kira hanya ada satu perpustakaan untuk sebuah negara, dan luasnya kira kira 4 kali luas jakarta.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: